Jangan panik kalo halaman website yang kamu tuju ada tulisan HTTP 500 – Internal Server Error. Hal itu sering muncul tiba-tiba dan membuat pemilik website langsung khawatir. Padahal, error ini umumnya berasal dari masalah konfigurasi server, script bermasalah, atau batas resource hosting yang terlampaui. Pesan ini berarti server mengalami kendala internal dan tidak mampu memproses permintaan dengan benar.
Periksa File .htaccess dan Konfigurasi Server
Salah satu penyebab paling umum adalah kesalahan pada file .htaccess. Perubahan kecil pada aturan rewrite atau redirect bisa langsung memicu error 500. Coba rename sementara file tersebut lalu akses kembali website Anda. Jika normal kembali, berarti ada baris konfigurasi yang perlu diperbaiki.
Selain itu, cek juga konfigurasi PHP di server. Versi PHP yang tidak kompatibel dengan script lama sering memicu error ini, terutama setelah update otomatis di hosting.
Cek Permission dan Resource Hosting
Permission file dan folder yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan server menolak akses. Umumnya folder menggunakan permission 755 dan file 644. Jika terlalu ketat atau terlalu longgar, server bisa memunculkan error.
Pastikan juga limit memori PHP tidak terlalu kecil. Website dengan plugin atau script berat sering membutuhkan memory_limit lebih tinggi agar bisa berjalan stabil.
Lihat Error Log untuk Diagnosa Lebih Akurat
Langkah paling aman adalah membuka error log di cPanel atau panel hosting Anda. Di sana biasanya tercatat detail penyebab error, mulai dari script crash hingga modul yang gagal dimuat. Dengan membaca log, Anda bisa mengetahui sumber masalah tanpa menebak-nebak.
Jika website menggunakan Nginx atau konfigurasi custom server, periksa file log di direktori server untuk menemukan pesan error yang lebih spesifik.
HTTP 500 memang terlihat menakutkan, tetapi hampir selalu bisa diperbaiki dengan pengecekan sistematis. Tetap tenang, lakukan pengecekan bertahap, dan pastikan setiap perubahan diuji sebelum diterapkan permanen.